
Judul Buku : Tii Koteka Menara Koteka – Simbol Identitas, Kebangkitan Budaya dan Kejayaan Suku Mee di Tanah Papua
Penulis: Nason Pigai
Ukuran Buku: 13 x 20
Tebal buku: 166 hlmn
Harga Buku:Rp 75. 000
ISBN: Dalam Proses
Penerbit; Ikan Paus
Deskripsi Buku
Buku TII KOTEKA: Menara Koteka merupakan karya reflektif–kultural yang mengangkat simbol koteka sebagai pusat pengetahuan, identitas, dan peradaban masyarakat adat Papua, khususnya di wilayah pegunungan. Koteka tidak diposisikan semata sebagai artefak budaya, melainkan sebagai penanda sistem nilai, kosmologi, dan cara hidup yang hidup serta terus mengalami negosiasi makna dalam arus perubahan zaman.
Melalui konsep Menara Koteka, buku ini menawarkan sebuah metafora arsitektural yang menyatukan ingatan kolektif, praktik sosial, dan visi masa depan. Menara dipahami sebagai ruang vertikal pengetahuan: dari dasar yang merepresentasikan kehidupan sehari-hari dan api kehidupan, hingga puncak yang melambangkan cita-cita, martabat, dan keberlanjutan budaya. Setiap lapisan menara diurai sebagai ruang simbolik yang saling terhubung, mencerminkan struktur sosial dan spiritual masyarakat adat.
Buku ini juga membahas relasi antara budaya lokal dan modernitas, termasuk dampak pembangunan, ekonomi ekstraktif, serta perubahan sosial terhadap identitas masyarakat adat. Dalam konteks ini, TII KOTEKA hadir sebagai kritik kultural sekaligus tawaran konseptual tentang bagaimana pengetahuan adat dapat ditempatkan sejajar dengan pengetahuan modern tanpa kehilangan akar dan maknanya.
Pendekatan penulisan menggabungkan narasi kultural, refleksi filosofis, dan perspektif studi budaya. Penulis menempatkan pengalaman lokal dan pengetahuan lisan sebagai sumber utama, sejajar dengan rujukan akademik dan wacana global mengenai pelestarian budaya, hak masyarakat adat, dan keberlanjutan. Dengan demikian, buku ini menjembatani dunia akademik dan realitas hidup masyarakat adat.
Selain sebagai karya pemikiran, Menara Koteka juga dirancang sebagai gagasan ruang publik imajiner: tempat belajar, museum hidup, pusat festival budaya, dan rumah perjumpaan antargenerasi. Konsep ini menegaskan bahwa budaya bukan warisan statis, melainkan praktik hidup yang harus dirawat, dirayakan, dan diwariskan secara sadar.
Buku TII KOTEKA : Menara Koteka ditujukan bagi pembaca umum, akademisi, pegiat budaya, pembuat kebijakan, serta generasi muda Papua dan Indonesia pada umumnya. Karya ini diharapkan menjadi kontribusi pemikiran dalam upaya memahami, menghormati, dan memperkuat posisi budaya adat dalam bingkai kebangsaan dan peradaban global.
Siap dan mantap
